Saya Banten - Setiap tahunnya Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten lakukan evaluasi serta pembahasan Program di tahun berikutnya mel...
Saya Banten - Setiap tahunnya Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten lakukan evaluasi serta pembahasan Program di tahun berikutnya melaui Musyawarah Kerja (Muker) PMI Provinsi Banten Tahun 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PMI Provinsi Banten Hj. Ratu Tatu Chasanah, SE.M,Ak, Pengurus PMI Provinsi Banten, Dewan Kehormatan KH. Romli, Perwakilan PMI Kabupaten/Kota Se Banten baik dari Pengurus, Kepala Markas dan Kepala Unit Donor Darah (UDD). Kegiatan MUKER dilaksanankan di Hotel NEO+ Green Savana Sentul City 13-14 Februari 2025.
Kegiatan MUKER tersebut dihadiri dari Ketua Bidang Organisasi PMI Pusat Sudirman Said. Ketua PMI Provinsi Banten dalam sambutannya Didalam Program kerja tahun 2024 yang telah disusun sebanyak 76 Kegiatan Perioritas dan + 58 Kegiatan Rutin memiliki dampak positif sehingga mendapat peningkatan disemua kapasitas. Saat kegiatan MUKER diberikan penghargaan kepada 10 Pegawai Terbaik di lingkungan PMI Provinsi Banten.
PMI Provinsi Banten akan terus berupaya meningkatkan sumberdaya baik dari segi mutu dengan pengembangan kapasitas personil melalui diklat guna meningkatkan motivasi kerja personal, maupun dari segi Keorganisasian dengan melakukan pengembangan system manajerial, Pengaturan Sarana dan Prasarana, perbaikan mekanisme kerja dan menggalang jejaring kerjasama untuk meningkatkan profesionalitas dan kualitas pelayanan dalam menjawab berbagai tantangan kedepan sesuai dengan nilai dan karakter kepalangmerahaan dalam melakukan pelayanan.
Selain itu diberikan bantuan dari PMI Provinsi Banten kepada PMI Kabupaten/Kota serta bantuan dari Bank Indonesia Perwakilan Banten berupa peralatan Kesehatan kepada UDD PMI Kabupaten/Kota.
Kita akan dicintai masyarakat tentu karena pelayanan kita dirasakan besar manfaatnya oleh masyarakat dan Insya Allah kita akan mendapat imbalan berupa partisipasi masyarakat untuk mensukseskan program-program kita, termasuk memfasilitasi akses untuk kelompok rentan, misalnya untuk orang dengan disabilitas atau korban dari tindak kekerasan.

COMMENTS